Menyiapkan Diri Dalam Era Disrupsi Teknologi

Last Update: 2018-06-22    15 views

Dunia saat ini tengah menghadapi era baru, suatu era yang dipenuhi dengan gangguan, ketidakpastian dan perubahan yang sangat cepat yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi. Era ini dikenal dengan sebutan era “disruption” (disrupsi), suatu masa yang memunculkan banyak inovasi tak terlihat dan tak disadari oleh organisasi yang mampu mengganggu jalannya aktivitas tatanan sistem lama atau bahkan menghancurkan sistem lama tersebut yang menyebabkan persaingan semakin tak kasat mata.

Saat ini berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi. Untuk bisa survive dalam menghadapi era disrupsi yang penuh digitalisasi diberbagai sektor ini diperlukan suatu strategi. Adapun strategi yang dapat dilakukan, antara lain : (1) Komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills. (2) Selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, Learn by doing. (3) Menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill. (4) dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan. (5) Menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.

Adapun skills yang diperlukan untuk mampu beradaptasi dan bersaing secara kompetitif dalam era disrupsi , antara lain : (1) Complex Problem Solving, yaitu Kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata. (2) Social Skill, yaitu Kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence. (3) Process Skill, yaitu Kemampuan yang terdiri dari: active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others. (4) System Skill, yaitu Kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan. (5) Cognitive Abilities, yaitu Skill yang terdiri dari : Cognitive Flexibility, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity, Mathematical Reasoning, dan Visualization.

Uraian diatas dipaparkan pada mata kuliah General Business Environment (GBE) dengan topik “Menyiapkan Diri Dalam Era Disrupsi Teknologi” yang diisi oleh Seorang Guru Besar dari Universitas Kristen Satya Wacana, Prof. Christantius Dwiatmadja, Ph.D.

Salam Global . Smart . Digital


#undiknas #UndiknasGraduateSchool #asyikkuliahdiundiknas #general #business #environment #disruption


Back to top